Semakin berkembangnya upaya untuk mempermudah cara belajar Al-Quran, salah satu metode terbaru dan yang mungkin dianggap yang paling efektif adalah metode orak kanan WAFA. Metode pembelajaran berbasis otak kanan ini tergolong baru namun cukup praktis dan menyenangkan dalam proses belajarnya. Metode ini mengajarkan anak agar mampu membaca Al-Qur’an dan memaksimalkan otak bagian kanan. Metode ini juga berhasil diterapkan pada anak yang mengalami tuna netra, dan mampu menghafal Al Qur’an dengan sempurna.
Metode WAFA sangat efekti dengan beberapa kelebihan, diantaranya:
1. Penyusunan ilmiah dengan maraji’ kitab Al-Ashwat dan teori Glenn Doman.
Pembelajaran Al-Qur’an untuk pemula dikemas dengan dengan pendekatan kata yang telah dikenal sehari-hari dan mendahulukan huruf-huruf dengan fonim yang sama/serupa dengan Bahasa Indonesia.
2.   Contoh-contohnya diambil langsung dari Al-Qur’an.
Hal ini akan mempercepat pembelajaran dan lebih mengakrabkan siswa dengan Al-Qur’an.
3.    Mudah dengan Pendekatan Otak Kanan dan Cepat.
Metode WAFA memadukan antara otak kiri berupa pengulangan yang bersifat jangka pendek dengan otak kanan yang mencakup kreativitas, imajinasi, gerak, emosi senang, dll. Otak kanan akan mempercepat penyerapan informasi baru dan menghasilkan ingatan jangka panjang
4.  Menyenangkan dengan Quantum Teaching (TANDUR)
Quantum Teaching menjadikan proses pembelajaran dibuka dengan menyenangkan, berjalan dengan keceriaan, dan diakhiri dengan kesan yang
5.  Sistematika penyusunannya dari mudah ke sulit
Dengan penyusunan dari mudah ke sulit, pelajar pemula yang sama sekali belum mengenal huruf hijaiiay, dalam pertemuan pertama saja sudah dapat mengenal dan membaca 8 huruf hijaiyah.
6.  Disertai cerita penumbuh muwashofat/karakter anak shalih
Pembelajaran Metode Wafa juga diiringi dengan pembangunan akhlaq qur’ani yang dikemas dalam bentuk cerita yang mudah dan asyik dipahami.
7.  Komprehensif  dengan 5 T (Tilawah, Tahfidz, Tarjamah, Tafhim dan Tafsir) dan Terstandarisasi melalui 7 M.
Komprehensivitas pembelajaran Al-Qur’an diramu secara integratif tapi bertahap yang meliputi 5 T. Proses dan mutu pembelajaran distandarisasi melalui 7 M (Memetakan Siswa dan Guru, Memperbaiki Kualitas, Men-sertifikasi Guru, Meng-coach pembelajaran,  Mensupervisi Pembelajaran, Melaksanakan Munaqasyah, Mengukuhkan Hasil Pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *